Fixed Asset Tracking System adalah metode atau cara dalam melakukan tracking pada item-item fixed asset.

Cara yang biasa digunakan dalam sistem fixed asset tracking adalah dengan menempelkan label barcode sebagai identitas barang, kemudian dikenali oleh sistem dengan cara men scan label yang ditempel oleh barcode scanner atau dengan cara lain yaitu dengan menggunakan tag rfid yang akan memancarkan sinyal berisi kode sebagai identitas item-item fixed asset tersebut.

Kenapa kita melakukan tracking fixed asset dan apa manfaatnya ? anda dapat membacanya pada artikel sebelumnya, sedangkan pada tulisan kali ini kita akan membahas apa saja metode dan teknologi yang bisa kita gunakan dan bagaimana cara kerja nya.

Teknologi yang biasa digunakan dalam tracking fixed asset atau inventory biasanya dinamakan teknologi Auto ID (Auto Identification) atau ada juga menyebutnya dengan istilah AIDC (Automatic Identification Data Capture).

Apa saja yang termasuk dalam teknologi ini ? Cukup banyak. Seperti Barcode, RFID, Smart Card, Biometric dan Magnetic Stripe

Dan dari jenis teknologi Auto ID diatas yang sering digunakan untuk sistem fixed asset tracking adalah Barcode dan RFID. Untuk pembahasan mendalam mengenai barcode dan rfid itu sendiri dapat anda baca pada artikel barcode dan rfid ini.

Bagaimana cara kerjanya ?

Pertama akan kita bahas bagaimana cara kerja sistem fixed asset tracking menggunakan Barcode.

Dengan barcode artinya setiap fixed asset yang kita miliki akan kita beri identitas yang kemudian dicetak dalam bentuk label barcode dan di tempel pada fisik aset.

Syaratnya, kode tersebut bersifat unik. Artinya setiap item yang akan anda berikan kode ID maka akan mendapatkan kode ID yang berbeda satu sama lain. Bahkan untuk item barang yang sama sekalipun. Anda tahu serial number ? kira-kira seperti itu kode ID yang unik

Setelah selesai melakukan penempelan label yang berisi kode ID dalam bentuk barcode, selanjutnya sistem akan mengenali item-item fixed asset tersebut kapan pun anda ingin melakukan penelusuran dan identifikasi. Hanya dengan melakukan scan barcode menggunakan barcode scanner yang terhubung dengan aplikasi fixed asset tracking.

Cara kerja sistem ini sama jika menggunakan barcode, perbedaannya dengan metode RFID maka label barcode akan digantikan oleh tag atau label RFID. Konsep pemberian identitas dalam bentuk kode ID tetap sama hanya saja saat penelusuran dan identifikasi akan menggunakan barcode scanner yang memiliki modul RFID atau menggunakan RFID receiver.

Dan antara kedua teknologi ini, RFID memiliki cara kerja lebih cepat dari pada barcode namun sedikit mahal dalam implementasinya.

Dengan menjalankan sistem fixed asset tracking ini maka syarat audit laporan keuangan atas daftar fixed asset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dapat terpenuhi.

Fixed Asset Tracking System

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *